Bocornya Batre Cinta

Penulis   : Ayu Ramadhani, S,Pd

Profesi   : Pendidik

Pernah gak sih melihat anak yang emosinya meledak-ledak, menangis sangat kuat, menjerit bahkan sampai berguling-guling di lantai ataupun tanah ? melempar barang ? Atau bahkan anak kita sendiri sering mengalaminya ? eh hampir lupa kalau saya belum punya anak, hehe. Akan tetapi saya pernah melihat anak yang mengalaminya. Tetangga saya memiliki anak usia balita mungkin saat ini usianya sekitar 4 atau 5 tahun. Nah, sejak usia 1 atau 2 tahun gitu anak ini setiap menangis subhanallah luar biasa suaranya menggelegar. Tidak tahu apa penyebab pastinya. Bisa jadi karna permintaannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya. Baik, kita fokusnya bukan ke penyebab anak nangis yah, namun cara anak mengekspresikan emosinya melalui tangisan dan pelengkapnya (maksudnya guling-guling di lantai, buangin barang dan lainnya). Nah, kondisi seperti ini biasanya dikenal dengan tantrum. Apasih tantrum itu ?  jadi tantrum itu adalah kondisi ketika anak meluapkan emosinya dengan menangis kencang, berguling-guling di lantai, hingga melempar barang. Hal ini terjadi sebab terbatasnya kemampuan berbahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. “Ah gak semua anak tuh meluapkan emosinya seperti itu walaupun kemampuan berbahasanya sangat terbatas”. Mungkin sebagian orang beranggapan seperti itu dan memang benar adanya. Tidak semua anak meluapkan emosinya secara berlebihan seperti itu.

Lantas apa yang menyebabkan anak begitu berlebihan dalam meluapkan emosinya ? kata Ibu Lusia Pansilawatiningsih, hal tersebut disebabkan oleh BOCORNYA BATRE CINTA. Wahh,, sebelumnya kita membahas bahasa cinta dan kini kita akan membahas bocornya batre cinta. Ibarat kita mengisi air ke dalam ember  yang bocor otomatis tidak akan penuh kecuali bila sudah ditempel. Nah begitu pula bila batre cinta anak bocor, ia harus ditempel terlebih dahulu untuk kemudian diisi kembali. Dengan apa ? pastinya dengan memenuhi bahasa cinta anak. Sebelumnya kita membahas bahasa cinta berupa pelukan. Namun tidak semua anak bahasa cintanya itu dengan pelukan atau sentuhan kasih sayang. Ada juga dengan kata-kata, baik kata-kata pujian maupun kata-kata baik nan lembut lainnya. Ada pula anak yang bahasa cintanya itu dengan hadiah. Jadi, orang tua harus memahami bahasa cinta pada anak terlebih dahulu. Apabila bahasa cinta anak itu dengan kata-kata maka ketika batre cinta pada anak bocor orang tua harus lebih sering memberi kata-kata pujian, mengungkapkan kasih sayang dan apresiasinya dengan kata-kata. Contoh nih ketika anak berdoa sebelum makan tanpa diperintah oleh orang tuanya, beri pujian “Ma Syaa Allah kakak pandai banget yah sebelum makan berdoa padahal bunda gak suruh kakak berdoa. Pandai banget kamu nak”. Atau ungkapan cinta “bunda sayaaaanngg banget sama kakak” dan ungkapan cinta yang lain. Semakin sering kita mengatakannya, anak pun akan merasa bahwa orang tuanya begitu menyayanginya, menganggapnya berharga sehingga ia tidak perlu bersusah payah mengekspresikan emosinya secara berlebihan hanya untuk mendapat perhatian dan merasa disayang oleh orang tuanya. Jika bahasa cinta anak berupa sentuhan kasih sayang maka orang tua memenuhi bahasa cinta anak dengan pelukan, mengusap lembut kepala anak dan lainnya.  Begitu pula jika bahasa cinta anak berupa hadiah maka orang tua memenuhinya dengan memberi hadiah. Tidak harus mahal kok, tidak pula harus mewah. Memasak makanan kesukaannya sebagai bentuk hadiah juga bisa kok. Dan masih banyak hadiah-hadiah sederhana yang dapat diberikan pada anak. Berbicara hadiah jadi ingat sabda Rasulullah dalam Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no.594. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

Artinya: Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai

Nah, jadi memberi hadiah sangat dianjurkan supaya kita saling mencintai. Semakin sering orang tua memberi hadiah pada anak maka anak akan merasa bahwa dirinya penting dan berharga bagi orang tuanya.

Setiap anak berbeda, bahasa cinta yang mereka miliki juga berbeda maka pahamilah bahasa cinta anak dan jangan membuat batre cinta anak bocor.

Wallahu A’lam

MUHAMMAD SYAFII SARAGIH

Saya Guru dan Dosen, suka Menulis dan Meneliti, sudah Menulis beberapa buku yang terbit di penerbit Mayor. dan mengisi pelatihan baik umum maupun mahasiswa. KontaK Person: 0852 6194 1878

One thought on “Bocornya Batre Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published.