Hujan di Pelataran Mushollah

Penulis    : Finky Sholihaty

Mahasiswa STAI “UISU” Pematangsiantar dan Penggiat Literasi

* Hujan di Pelataran Mushollah *

Kisah yang pernah ada?
Sudah lama kah kamu merasa?
Atau hanya aku yg merasa..
Entahlah..
Kala hujan itu hanya kudengar gemercik air
Mengalir dari setiap benda tinggi
Dan air jatuh kebawah membasahi tanah
bahkan membuat genangan air setelahnya..

Saat itu..
Hujan kusandingkan dengan kenangan..
Kenangan dalam tanda kurung adalah rindu..
Yah rasa apa lagi yang lebih sangat terasa selain itu?
Kurasa tak ada..
Baik kurindu canda tawa atau hnya kenangan yg membawa luka..

Aku sudah sampai disini..
Berkaca di jendela musollah yang bersih namun bayangan hitam memancar..
Aku inginn terlihat jelas..
Lalu aku keluar menuju genangan hujan..
Tetapi kujatuhkan air mata karena kenangan luka..

Sedang apa aku ini?
Menunggu mu membawa payung agar bisa menepi..
Seharusnya begitu..
Tetapi perlahan kembali air itu jatuh..
Tak sederas aliran hujan..
Tetapi telah basah hingga mengguyurr badan..
Karena kamu membawa payung hanya untuk dirimu..
Tak kamu pikirkan bagaimana diriku..
..

Aku sempat mengingatkan supaya kamu juga rinduu.
Karena ada yg bilang..
Rindu bukan milik pribadi.
Tetapi… Lagi lagi..
Genangan air kenangan membasahi hingga kedalam hati..
Yang ternyata dia tak merasa bahkan tak menanti..
Rindu ku hanya separuh.. Seakan mulai rapuh.. Namun musollah seakan menarikku
Dan aku kembali pada rabbku..

Kuadukan rinduku, kuingin rabbku yang membalas
Membalas rindu yang mulai tak terarah kepada siapa..
Aku yang salah karena mengharap kenangan indah..
Semoga segera sembuh walau begitu susah..
Terimakasih luka..

Dariku: si hening dalam nyata riuh dalam tulisan..

MUHAMMAD SYAFII SARAGIH

Saya Guru dan Dosen, suka Menulis dan Meneliti, sudah Menulis beberapa buku yang terbit di penerbit Mayor. dan mengisi pelatihan baik umum maupun mahasiswa. KontaK Person: 0852 6194 1878

Leave a Reply

Your email address will not be published.