LIKA LIKU LUKA

Penulis       : Ayu Ramadhani, S.Pd

Profesi        : Pendidik

            Siang berganti malam, panas berganti hujan, gugur berganti semi, duka berganti suka, luka berselimut bahagia, bahagia terhalang luka, ujian berhias hikmah, nikmat berbalut syukur, benci berteman cinta. Tampak terlihat silih berganti namun sejatinya mereka pasangan yang tak terpisahkan. Sekalipun ada yang lebih dominan dan tidak, tetap saja setiap insan pasti pernah merasakan dan mengalaminya. Itulah salah satu bukti bahwa Allah Maha Adil. Adil dalam menciptakan dan menghendaki segala sesuatunya. Memang benar tidak sedikit yang tak kita suka. Bahkan dalam hal cuaca saja kita sering mengeluh dan tidak ridha. Ada beberapa orang yang mengeluh dikasih panas “panas banget pun, jadi gerah, malas mau keluar rumah, buat kulit jadi hitam saja”, dan ungkapan lainnya. Begitu pula jika dikasih hujan “kenapa sih hujan terus  ? pakaian banyak jadi tidak kering. Jadi sulit beraktivitas”, dan ungkapan lainnya.

            Begitu pula ketika mengalami suka dan duka. Namun lebih dominan duka sih hehe (iya kalee ada orang yang tidak terima dikasih suka wkwk). Ada satu kondisi yang sangat kita suka, ada pula kondisi yang membuat kita berduka, salah satunya kehilangan seseorang yang kita cinta. Ada juga luka dan bahagia. Sebenarnya kalau kita kaji lebih dalam Allah itu lebih banyak memberi kebahagiaan untuk kita. Terkadang luka itu justru kita sendiri yang buat, kita yang mungkin kurang hati-hati. Masa sih Allah sengaja melukai hamba-Nya yang beriman, sedang Dia mencintai hamba-Nya. Sama halnya seorang ibu yang mencintai anaknya, ia tidak akan mungkin sengaja membuat anaknya terluka (kecuali ibunya punya luka dalam yang menutupi cinta dan memudahkannya melukai sebagaimana luka yang ia terima, baik dari orang tuanya maupun orang penting yang terlibat dalam hidupnya) eits skip skip kita tidak fokus ke masalah itu yah hehe.

Artikel Menarik Lainnya  Pujian Vs Hinaan

            Sedalam dan seperih apapun luka pasti bisa sembuh bila kita yang terluka mau berusaha mengobatinya dan bertawakkal pada-Nya agar diberi kesembuhan, khususnya luka di hati. Tapi masalahnya sebagian besar dari kita (termasuk saya hehe), ketika lagi terluka bukan segera mengobati luka malah membuat luka semakin lebar dan dalam. Bahkan terkadang kita justru takut mengobatinya. Manusiawi sih, tidak sedikit orang ketika bagian tubuhnya ada yang terluka dan harus segera diobati respon pertama dan utamanya pasti takut, takut bila obat itu menyentuh lukanya pasti perih, jangankan obat bahkan terkena air saja sudah meringis kesakitan.  Betul tidak ?

            Baik, untuk luka di permukaan kulit pasti teman-teman sudah tahu dong bagaimana cara mengobatinya. Yah pertama kita harus mendiamkan sejenak sambil sugesti diri bahwa ini hanya luka ringan dan mudah diobati mudah pula Allah menyembuhkannya. Setelah itu kita harus bersihkan terlebih dahulu kan ? baik dengan air maupun alkohol, saran saya sih lebih baik dengan alkohol supaya lebih cepat kering lukanya (walaupun jauh lebih perih). Kemudian diberi obat luka seperti betadine (bukan iklan yah wkwk). Setelah itu tentunya kita balut luka agar tidak terinfeksi bakteri. Nah, lantas bagaimana cara mengobati luka yang tak tampak ini ? ituloh luka di hati, biasa langsung ada kalimat “sakit tapi tak berdarah” (ya iyalah, kan sakitnya di dalam,, tidak sakit pun ada darahnya haha). Cara mengobatinya tidak jauh berbeda dengan luka di permukaan kulit. Pertama ya kita harus sugesti diri dulu,, terima aja dulu, iyakan dulu “iyaa aku memang sedang terluka, iya aku tahu ini terasa sangat perih. Tapi aku yakin dan percaya pasti luka ini akan sangat mudah diobati dan pastinya tidak ada kesulitan bagi Allah untuk menyembuhkan lukaku ini”. Kemudian bersihkan luka dengan muhasabah, mohon ampun pada-Nya, jangan lupa pula mohon kesembuhan dari-Nya. Setelah itu obati luka dengan syukur atas nikmat dibaliknya, bersyukur atas hikmah yang didapat dari luka tersebut. Setelah itu balut ia dengan prasangka baik dan pikiran yang baik. Jangan dikutik-kutik, dikorek-korek, dikopek-kopek. Karna hal itu akan menyebabkan luka bertambah parah dan sulit sembuh bahkan sangat mudah terinfeksi bakteri. Artinya apa ? ketika kita berusaha mengobati luka jangan lagi pikirkan segala yang berkaitan dengan penyebab lukanya. Mungkin kamu terluka atas ucapan menyakitkan dari rekan kerjamu, pasangan, orang tua atau siapapun. Yasudah tidak perlu banyak mikir “dia kok tega yah ? dia kenapa bilang gitu yah ? harusnya dia sadar, dia itu lebih blab la bla” dan pikiran atau prasangka buruk lainnya. Begitu pula penyebab luka lainnya. Jangan masukkan pikiran-pikiran negative dan prasangka buruk, sekalipun yang kamu pikirkan dan prasangkamu benar adanya. Mungkin kamu terluka ditinggal nikah oleh pasanganmu (pacaran sama siapa, nikahnya sama siapa wkwk). Nah yang berkaitan dengan masalah seperti itu, yasudah tidak erlu overthinking dan banyak berprasangka buruk. Dan yang terpenting, tidak perlu mencari-cari tahu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Waktu yang engkau miliki begitu berharga dan akan sangat disayangkan bila waktu yang berharga itu justru terpakai untuk memikirkan dan mencari tahu hal yang membuat luka di hatimu semakin dalam dan perih.

Artikel Menarik Lainnya  Menjadi Guru Yang Dirindu

            Buat siapapun yang sedang terluka hatinya. Aku tahu kok bagaimana perihnya luka yang kalian rasakan. Pasti sangat sakit bukan ? dan pastinya kalian tidak ingin terluka seperti ini kan ? aku juga tahu kok, tidak mudah memang mengobati luka yang dalam itukan ? tapi percayalah, Yang Maha Kuat pasti memberi kalian kekuatan untuk tetap kuat dan semangat mengobati luka. Pasti Yang Kuasa segera menyembuhkan luka yang sedang kalian derita. Jangan pernah putus asa yah, aku sangat bangga pada kalian yang mampu melewati masa sulit ini, aku sangat bahagia melihat kalian sembuh dari luka yang menguras air mata ini. Gak papa yah, sakitnya sebentar kok, sedihnya juga gak akan lama kok, lukanya pasti segera sembuh kok. Semangat terus yah, perjalanan hidup memang seperti itu, selalu ada lika liku yang melahirkan luka. Tapi percayalah, dari sana banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik, hikmah yang begitu manis juga kebahagiaan yang membuat kita lupa bahwa kita pernah terluka sedalam ini.

Wallahu A’lam..

MUHAMMAD SYAFII SARAGIH

Saya Guru dan Dosen, suka Menulis dan Meneliti, sudah Menulis beberapa buku yang terbit di penerbit Mayor. dan mengisi pelatihan baik umum maupun mahasiswa. KontaK Person: 0852 6194 1878

Leave a Reply

Your email address will not be published.